PSM Tumbang dari Persib, Laga di Parepare Berujung Kericuhan

Berita57 Views

PSM Tumbang dari Persib, Laga di Parepare Berujung Kericuhan PSM Makassar menelan kekalahan menyakitkan dari Persib Bandung pada pekan ke 33 BRI Super League 2025 2026. Bermain di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Minggu malam, 17 Mei 2026, Juku Eja takluk 1 2 lewat gol penentu Persib pada menit akhir. Setelah peluit panjang berbunyi, suasana berubah panas karena sejumlah oknum suporter masuk ke lapangan, menyalakan flare, merusak gawang, dan membuat pemain tim tamu harus segera diamankan.

Kekalahan Pahit di Laga Kandang Terakhir

Pertandingan ini sejak awal membawa tekanan besar bagi kedua tim. PSM ingin menutup laga kandang terakhir musim ini dengan hasil positif di hadapan pendukung sendiri. Sementara Persib datang dengan kepentingan besar karena kemenangan di Parepare dapat membawa mereka semakin dekat dengan gelar juara.

PSM mencoba memberi perlawanan ketat. Mereka tidak membiarkan Persib bermain terlalu nyaman dan beberapa kali berupaya menekan sejak awal pertandingan. Namun, Persib lebih efektif memanfaatkan peluang. Dalam catatan resmi Persib, Thom Haye membawa Maung Bandung unggul pada menit ke 34 sebelum Yuran Fernandes menyamakan kedudukan untuk PSM pada menit ke 54. Julio Cesar kemudian mencetak gol kemenangan Persib pada menit 90 tambah 7.

Gol terakhir itu menjadi pukulan berat bagi tuan rumah. Stadion yang sebelumnya masih berharap PSM bisa mengamankan satu poin langsung berubah muram. Bagi Persib, gol Julio Cesar berarti tiga poin sangat penting. Bagi PSM, gol tersebut menjadi akhir pahit dari pertandingan yang sudah diperjuangkan sampai menit tambahan.

Gol Menit Akhir Membuat Emosi Tribun Meledak

Kekalahan pada menit akhir sering meninggalkan rasa kecewa yang besar bagi pendukung tuan rumah. Dalam laga ini, kekecewaan itu berubah menjadi tindakan yang tidak bisa dibenarkan. Sejumlah penonton turun dari tribun dan menyerbu area lapangan setelah wasit meniup peluit panjang.

Detik melaporkan bahwa flare, petasan, dan smoke bomb dinyalakan dari tribun penonton. Para pemain Persib yang sempat merayakan kemenangan di lapangan kemudian harus menghentikan perayaan mereka karena situasi tidak lagi aman. Dalam rekaman yang beredar, terlihat oknum suporter mengejar pemain lawan saat para pemain bergerak menuju area aman.

Kericuhan itu memperlihatkan betapa cepat suasana sepak bola dapat berubah. Dari pertandingan yang berjalan ketat, lapangan berubah menjadi area yang penuh ketegangan hanya dalam hitungan menit. Sorakan, asap, dan kepanikan membuat petugas harus bergerak cepat untuk mengamankan pemain serta perangkat pertandingan.

Gawang Rusak dan Jaring Terbakar

Kerusuhan tidak hanya membuat pemain dan ofisial panik. Fasilitas stadion juga menjadi sasaran. Salah satu gawang di Stadion Gelora B.J. Habibie dilaporkan miring dan jaringnya terbakar, diduga akibat flare yang menyala di area lapangan. Kerusakan itu terlihat setelah sejumlah suporter meluapkan kekecewaan usai PSM kalah dari Persib.

Perusakan fasilitas stadion menjadi catatan serius. Stadion bukan hanya milik klub atau panitia pertandingan, tetapi juga menjadi aset olahraga yang dipakai untuk banyak kegiatan. Ketika fasilitas rusak, yang dirugikan bukan hanya penyelenggara, melainkan juga masyarakat sepak bola setempat.

Kerusakan gawang juga memperlihatkan lemahnya kendali di momen setelah pertandingan. Biasanya, waktu setelah peluit panjang justru menjadi fase rawan karena emosi penonton sedang berada di titik tinggi. Pada situasi seperti ini, jarak antara tribun dan lapangan, jumlah petugas, serta pola evakuasi pemain harus benar benar siap.

Pemain Persib Harus Segera Diamankan

Kondisi pemain Persib menjadi perhatian setelah rekaman penyerbuan lapangan beredar luas. Dalam salah satu video, pemain Persib terlihat berlari menuju lorong ruang ganti. Ada pula laporan mengenai oknum yang menendang pemain tim tamu saat situasi mulai tidak terkendali.

Persib kemudian memastikan bahwa kondisi tim dalam keadaan aman. Head of Communication PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menyampaikan bahwa rombongan tim dalam kondisi baik setelah kericuhan di Parepare. Informasi itu penting karena publik, terutama Bobotoh, menunggu kabar keselamatan pemain setelah melihat video yang beredar.

Kapten Persib, Marc Klok, juga disebut memberi pernyataan bahwa seluruh anggota tim aman. Ia tetap menyampaikan apresiasi terhadap sambutan masyarakat Makassar sebelumnya, sambil menegaskan bahwa kejadian tersebut merupakan bagian dari emosi sepak bola yang seharusnya tidak melukai siapa pun.

Persib Selangkah Lagi Menuju Gelar Juara

Di luar kericuhan, hasil pertandingan ini punya arti sangat besar bagi Persib. Kemenangan 2 1 di Parepare membuat tim asuhan Bojan Hodak semakin dekat dengan gelar juara. Antara melaporkan Persib berada di ambang juara setelah meraih kemenangan atas PSM pada pekan ke 33.

Hasil ini menjadi lebih penting karena pesaing terdekat Persib, Borneo FC, gagal meraih kemenangan di laga lain. Dengan tambahan tiga poin, Persib makin kuat di puncak klasemen. Skenario juara pun semakin terbuka pada laga terakhir.

Bagi Persib, kemenangan di Parepare bukan sekadar angka di klasemen. Mereka menang di kandang salah satu tim kuat, dalam tekanan suporter tuan rumah, dan melalui gol pada menit akhir. Kemenangan seperti ini memberi energi besar kepada tim menjelang laga penutup musim.

PSM Gagal Beri Kado untuk Suporter Sendiri

Bagi PSM, hasil ini terasa sangat mengecewakan. Bermain di hadapan pendukung sendiri, mereka sebenarnya sempat memberi harapan ketika Yuran Fernandes mencetak gol penyama kedudukan. Gol itu sempat menghidupkan kembali suasana stadion dan membuat publik tuan rumah percaya PSM bisa mengambil poin.

Namun, konsentrasi pada menit akhir menjadi persoalan. Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Persib justru mendapatkan momen emas. Sundulan Julio Cesar membuat PSM kehilangan poin di depan pendukung sendiri.

Kekalahan ini terasa semakin berat karena terjadi pada laga kandang terakhir musim ini. Pendukung yang datang berharap melihat penampilan penuh harga diri dari Juku Eja. Ketika hasil tidak sesuai harapan, sebagian oknum justru memilih meluapkan kemarahan dengan cara yang merugikan klub.

Aksi Oknum Menutupi Perjuangan Pemain

Satu hal yang sangat disayangkan dari kejadian ini adalah perjuangan pemain PSM di lapangan menjadi tertutup oleh kericuhan setelah pertandingan. Selama laga berlangsung, para pemain sudah berusaha menghadapi Persib yang sedang berada di jalur juara. Mereka mengejar ketertinggalan, menyamakan skor, dan bertahan sampai menit tambahan.

Namun, tindakan sejumlah oknum membuat sorotan berpindah dari pertandingan ke kerusuhan. Alih alih membicarakan taktik, peluang, atau penampilan pemain, publik justru membahas invasi lapangan, flare, perusakan gawang, dan dugaan serangan terhadap pemain tim tamu.

Kondisi seperti ini merugikan PSM secara citra. Klub yang memiliki sejarah panjang dan basis pendukung besar akhirnya harus menghadapi pemberitaan negatif karena ulah segelintir orang. Padahal, mayoritas suporter tentu datang untuk mendukung tim, bukan merusak pertandingan.

Potensi Sanksi Menanti PSM

Kericuhan seperti ini hampir pasti menjadi perhatian Komite Disiplin PSSI. Masuknya penonton ke lapangan, penyalaan flare, perusakan fasilitas, serta dugaan tindakan kepada pemain lawan merupakan pelanggaran serius dalam penyelenggaraan pertandingan.

IDN Times melaporkan PSM berpotensi kembali mendapat sanksi setelah insiden melawan Persib. Laporan itu juga menyebut bahwa musim ini PSM sudah pernah mendapat hukuman terkait ulah oknum suporter, dengan total denda mencapai Rp160 juta dari beberapa kejadian sebelumnya.

Jika Komdis PSSI menjatuhkan hukuman baru, PSM dapat menghadapi denda tambahan atau sanksi lain sesuai hasil pemeriksaan. Sanksi semacam ini bukan hanya memukul keuangan klub, tetapi juga dapat memengaruhi kepercayaan penyelenggara terhadap kesiapan laga kandang berikutnya.

Keamanan Stadion Kembali Dipertanyakan

Kericuhan di Parepare membuat pertanyaan soal pengamanan stadion kembali muncul. Bagaimana penonton bisa masuk ke lapangan setelah pertandingan selesai, mengapa flare bisa menyala, dan seberapa cepat jalur evakuasi pemain disiapkan menjadi pertanyaan yang wajar diajukan publik.

Keamanan pertandingan tidak hanya berada pada saat bola bergulir. Fase setelah laga juga harus mendapat pengawasan ketat. Terlebih ketika tuan rumah kalah pada menit akhir dan emosi penonton sedang tinggi. Petugas harus mampu membaca keadaan sebelum penonton melewati pagar pembatas.

Dalam laga seperti PSM melawan Persib, risiko sudah seharusnya dipetakan sejak awal. Persib datang sebagai kandidat juara, PSM bermain di kandang, dan tensi pertandingan sangat tinggi. Dengan kondisi seperti itu, skema pengamanan idealnya disiapkan lebih rapat, terutama di area pagar tribun, lorong pemain, dan sisi lapangan.

Suporter Boleh Kecewa, Kekerasan Tetap Tidak Bisa Diterima

Kekecewaan adalah bagian dari sepak bola. Suporter boleh marah ketika timnya kalah, boleh mengkritik manajemen, boleh menuntut perubahan, dan boleh menunjukkan rasa tidak puas. Namun, masuk ke lapangan, menyerang pemain, menyalakan flare, serta merusak fasilitas bukan cara yang bisa diterima.

Sepak bola nasional sudah terlalu sering dirugikan oleh aksi oknum. Klub terkena denda, pertandingan tercoreng, stadion rusak, dan nama baik kelompok suporter ikut terseret. Padahal, dukungan yang kuat seharusnya menjadi kekuatan klub, bukan ancaman bagi pemain dan lawan.

PSM memiliki pendukung yang dikenal fanatik dan setia. Justru karena itu, tindakan segelintir orang harus dipisahkan dari identitas besar suporter PSM secara keseluruhan. Kritik kepada klub bisa dilakukan dengan cara lebih tertib, lebih jelas, dan lebih kuat tanpa harus melukai wajah sepak bola sendiri.

Persib Pulang dengan Tiga Poin dan Rasa Lega

Bagi Persib, laga di Parepare memberikan dua hal sekaligus. Pertama, kemenangan besar yang membuat mereka semakin dekat dengan gelar juara. Kedua, rasa lega karena seluruh anggota tim dinyatakan aman setelah situasi sempat kacau.

Kemenangan atas PSM juga memperlihatkan mental Persib yang kuat. Mereka tidak berhenti mencari gol meski pertandingan memasuki menit akhir. Dalam laga tandang yang berat, keberanian untuk tetap menekan akhirnya berbuah hasil.

Namun, pengalaman di Parepare juga menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju gelar tidak selalu hanya ditentukan oleh kualitas permainan. Faktor keamanan, tekanan stadion, dan situasi setelah pertandingan juga dapat menjadi ujian tersendiri.

PSM Harus Menjawab dengan Sikap Tegas

Setelah kejadian ini, PSM perlu mengambil sikap yang jelas. Klub harus memisahkan dukungan sehat dari tindakan merusak. Jika ada oknum yang terbukti melakukan kekerasan atau perusakan, klub bersama panitia dan aparat perlu membantu proses identifikasi.

Langkah tegas penting agar kejadian serupa tidak berulang. Tanpa tindakan nyata, kericuhan dapat dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Padahal, setiap insiden di stadion membawa risiko besar bagi pemain, petugas, penonton lain, dan klub itu sendiri.

PSM juga perlu menjaga komunikasi dengan kelompok suporter. Kritik dari tribun tidak bisa diabaikan, tetapi cara menyampaikannya harus diarahkan agar tetap aman. Klub dan suporter perlu berada dalam satu jalur, yaitu menjaga nama PSM dan memastikan pertandingan kandang berjalan tertib.

Sepak Bola Indonesia Kembali Mendapat Peringatan Keras

Kericuhan seusai laga PSM melawan Persib menjadi pengingat bahwa sepak bola Indonesia masih punya pekerjaan besar dalam pengelolaan keamanan pertandingan. Kualitas kompetisi tidak hanya dinilai dari gol, pemain asing, siaran televisi, dan perebutan gelar juara. Cara stadion menjaga keselamatan pemain serta penonton juga menjadi ukuran penting.

Laga di Parepare sebenarnya menyajikan cerita pertandingan yang kuat. Persib menang lewat gol menit akhir, PSM memberi perlawanan, dan persaingan juara semakin panas. Namun, semua itu tercampur oleh tindakan oknum yang masuk ke lapangan dan merusak fasilitas.

Kini perhatian tertuju pada langkah lanjutan penyelenggara, PSSI, Komdis, klub, dan aparat. Publik menunggu apakah insiden ini hanya akan berhenti sebagai rekaman viral, atau benar benar menjadi bahan pembenahan serius bagi pertandingan sepak bola nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *