Hujan Deras Pemudik Gagalkan Rencana Liburan
Batal Wisata Akibat Hujan Deras, Pemudik Nikmati Kuliner Khas Lopait, Salatiga – Cuaca ekstrem menggagalkan rencana sejumlah pemudik asal Jakarta untuk berwisata alam di kawasan Kabupaten Semarang pada Selasa (9/4/2025). Hujan deras yang mengguyur sejak dini hari membuat akses menuju beberapa lokasi wisata seperti Bukit Cinta Rawa Pening dan Umbul Sidomukti terpaksa ditutup. Jalanan licin dan kabut tebal juga membuat sebagian warga mengurungkan niat untuk bepergian jauh dari tempat menginap.
Namun suasana liburan tak serta-merta suram. Para pemudik yang menginap di kawasan Tuntang, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, justru beralih ke aktivitas lain yang tak kalah seru: berburu kuliner khas Lopait yang tersohor dengan kelezatan dan keunikan rasa tradisionalnya.
Kuliner Tradisional: Pengganti Liburan yang Menyenangkan
Sajian Khas yang Bikin Lupa Hujan
Salah satu kuliner andalan yang menjadi incaran para pemudik adalah sego megono—nasi putih hangat yang disajikan dengan tumisan nangka muda berbumbu kelapa parut dan rempah-rempah khas Jawa Tengah. Disajikan bersama sambal pedas dan tempe garit, menu sederhana ini sukses memanjakan lidah para perantau.
Tak hanya itu, beberapa pemudik juga terlihat antusias mencoba pecel kembang turi, nasi jagung, serta wedang tape ketan yang disajikan hangat. Sajian tersebut terasa sempurna untuk dinikmati di tengah cuaca dingin dan mendung pasca-hujan.
“Kami tadinya sudah rencanakan ke wisata alam, tapi hujan tak berhenti sejak pagi. Jadi kami putuskan eksplorasi makanan khas sini, dan ternyata sangat nikmat dan murah,” ujar Bayu, pemudik dari Bekasi.
Suasana Pasar Tradisional yang Hidup
Pasar Lopait mendadak ramai dikunjungi, baik oleh pemudik maupun warga lokal yang mencari kehangatan di tengah cuaca basah. Aneka jajanan pasar seperti gethuk, klepon, cenil, dan carabikang tersaji di warung-warung semi permanen yang berjajar rapi. Bahkan beberapa penjual sampai kehabisan stok lebih cepat dari biasanya.
Warung kopi juga diserbu pengunjung yang ingin menikmati kopi tubruk panas, gorengan hangat, dan obrolan ringan bersama keluarga. Aktivitas ini menambah suasana akrab khas desa yang jarang ditemukan di kota besar.
Dampak Positif Bagi Ekonomi Lokal Pemudik
Lonjakan Omzet UMKM Kuliner
Meningkatnya jumlah pengunjung yang batal wisata malah menjadi berkah bagi para pelaku UMKM kuliner. Beberapa pedagang mengaku penjualannya meningkat tajam sejak dua hari terakhir, seiring dengan padatnya arus balik dan mudik.
“Biasanya sehari paling laku 30 porsi. Tapi sejak Lebaran ini, bisa sampai 70 porsi per hari. Banyak pembeli dari luar kota yang penasaran dengan makanan kampung sini,” ujar Bu Marsiyem, pedagang sego megono.
Dinas Pariwisata Apresiasi Antusiasme Wisatawan
Menurut Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, fenomena ini menunjukkan bahwa kuliner lokal dapat menjadi daya tarik wisata alternatif yang layak dikembangkan. Potensi besar Lopait sebagai destinasi kuliner dinilai bisa mendorong pemerataan pariwisata, tidak hanya terpusat pada kawasan alam pegunungan.
“Kami akan mulai mengembangkan paket wisata kuliner berbasis desa. Ini akan didukung dengan pelatihan UMKM, penataan area kuliner, serta promosi digital,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata, Retno Wulandari.
Keunikan Cita Rasa dan Kearifan Lokal
Kelezatan yang Autentik Pemudik
Kuliner Lopait tak hanya mengenyangkan, tetapi juga menyimpan filosofi dan kearifan lokal. Penggunaan bahan alami dari kebun sendiri, tanpa pengawet, serta bumbu rempah khas warisan nenek moyang menjadikan sajian ini berbeda dari restoran modern.
Pengalaman Wisata yang Tak Terlupakan
Bagi banyak pemudik, pengalaman mencicipi makanan khas langsung di tempat asalnya memberikan sensasi nostalgia dan kedekatan dengan budaya setempat. Meski gagal berkunjung ke lokasi wisata alam, banyak dari mereka justru merasa puas dengan liburan kuliner yang tak terduga ini.
Pemudik Batal Wisata Akibat Hujan
Hujan deras yang menggagalkan agenda wisata alam tak selamanya menjadi musibah. Di Lopait, hal itu justru membuka pintu bagi pengalaman baru yang tak kalah mengesankan. Para pemudik menikmati kehangatan kuliner tradisional sebagai pengganti liburan yang batal.
Wisata tidak hanya soal pemandangan, tetapi juga rasa, cerita, dan kedekatan dengan budaya. Di Lopait, semua itu bisa ditemukan di satu piring sego megono.